Langsung ke konten utama

6 PERKARA YANG MERUSAK AMALAN-AMALAN BAIK.


Assalamualaikum.Wr.Wb.

Sobat Blog (SoBlog) yang di rahmati Allah, kali ini saya ingin menyampaikan terkait hal atau perkara yang jika kita lakukan akan merusak amalan baik kita. Sayang sekali tentunya kita sudah susah payah berbuat baik namun zonk..yuk..langsung saja baca dan fahami ya..hal atau perkara yang dapat merusak amalan baik kita...

1. Al istighlal bi’uyubil kholqi 
(sibuk dengan aib orang lain) 
Sehingga lupa pada aib sendiri. 
Semut diseberang lautan kelihatan 
sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan.

2. Qoswatul qulub 
( hati yang keras) 
Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. 
Sulit menerima nasehat.

3. Hubbuddunya 
( cinta mati terhadap dunia) 
Merasa hidupnya hanya di dunia aja maka segala aktifitasnya tertuju 
pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat.

4. Qillatul haya’ 
(sedikit rasa malunya), 
Jika seseorang telah kehilangan rasa malu 
maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa.

5. Thulul amal 
( panjang angan- angan), 
Merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat.

6. Dhulmun la yantahi 
(kezholiman yang tak pernah berhenti) 
Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya 
jika tidak segera taubat dan berhenti 
maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut.

➡Mudah2 an Kita Bisa Menghilangkan dan Menghindari Sifat2 Tersebut..... 

Amin Yaa Robbal Aalamiin

By. Ahmad Masrur, S.Pd I.,M.M.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Kiat meredam marah

  Sahabat Fillah, Marah kadang perlu diredam agar tidak berdampak jelek dan merusak. Bagaimanakah cara dan kiat-kiatnya meredam marah? Yuk simak berikut ini: 1- Membaca ta 'awudz, meminta perlindungan pada Allah dari godaan setan  Kenapa sampai meminta tolong pada Allah agar dilindungi dari setan? Simak dalil dalil berikut, akan terlihat jelas bahwa marah bisa dari setan. Maka kita mengamalkan firman Allah dari ayat berikut, وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ “Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200) Sulaiman bin Shurod radhiyallahu ‘anhu berkata, كُنْتُ جَالِسًا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجُلاَنِ يَسْتَبَّانِ، فَأَحَدُهُمَا احْمَرَّ وَجْهُهُ، وَانْتَفَخَتْ أَوْدَاجُهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ، لَوْ قَال...

Kisah "Detik"

Sobat Fillah, Alkisah seorang pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup berdetak 31,104,000 kali selama setahun?"  "Hahh?", kata jam terkejut, "Mana sanggup saya?" "Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?" "Sebanyak itu? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?", jawab jam penuh keraguan. "Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam 3.600 kali? Banyak sekali itu", jawabnya dengan ragu. Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian berbicara kepada si jam, "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?" "Nah, kalau begitu, aku sanggup!", kata jam dengan penuh antusias. Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik berlalu dan jam itu sangat luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti sebanyak 31.104.000 kali. Sobat Fillah, ...

Detik-Detik kelahiran Rasulullah SAW

  Al-Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-Syafi’i dalam kitabnya An-Ni’matul Kubraa ‘Alal ‘Aalam hal. 61-67, Beliau menyebutkan : “Sesungguhnya pada bulan kesembilan kehamilan Sayyidah Aminah (bulan Rabi’ul Awwal), pada saat hari-hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad sudah semakin dekat, Allah swt semakin melimpahkan berbagai macam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah, dimulai pada malam tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Bulan Rabi’ul Awwal malam kelahiran Baginda Rasulullah Muhammad saw; Pada malam tanggal 1: Allah swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa kepada Sayyidah Aminah, sehingga Beliau merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pada malam tanggal 2: Datang seruan berita gembira kepadanya bahwa sebentar lagi dirinya akan mendapati anugerah agung yang luar biasa dari Allah swt. Pada malam tanggal 3: Datang seruan memanggil kepadanya, ”Wahai Aminah, sudah dekat saatnya engkau akan melahirkan Nabi Agung Ras...