Langsung ke konten utama

Postingan

Apa itu Tabarruj?

Kata tabarruj Allah sebutkan dalam al-Quran di surat al-Ahzab, وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى ”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33) Al-Qurthubi menjelaskan makna at-tabarruj secara bahasa, beliau mengatakan, وَالتَّبَرُّجُ: التَّكَشُّفُ وَ الظُّهُورُ لِلْعُيُونِ، وَمِنْهُ: بُرُوجٌ مُشَيَّدَةٌ. وَبُرُوجُ السَّمَاءِ وَالْأَسْوَارِ، أَيْ لَا حَائِلَ دُونَهَا يَسْتُرُهَا Tabarruj artinya menyingkap dan menampakkan diri sehingga terlihat pandangan mata.  Contohnya kata: ’buruj musyayyadah’  (benteng tinggi yang kokoh), atau  kata: ’buruj sama’ (bintang langit),  artinya tidak penghalang apapun di bawahnya yang menutupinya. (Tafsir al-Qurthubi, 12/309). Sementara makna tabbaruj seperti yang disebutkan dalam ayat, Ibnul Jauzi dalam tafsirnya menyebutkan dua keterangan ulama tentang makna tabarruj, Perta...

Adab-Adab Berpakaian sesuai syari'at Islam

Adab Umum Dalam Berpakaian 1. Gunakan pakaian yang halal Hendaknya pakaian yang digunakan halal bahannya, juga halal cara mendapatkannya serta halal harta yang digunakan untuk mendapatkan pakaian tersebut. Dari Abu Hurairah  radhiallahu’anhu , Nabi  Shallallahu’alaihi Wasallam  bersabda: أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ، فَقَالَ: {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا، إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ} وَقَالَ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟ “Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya apa yang Allah ...

Istiqomah pintu khusnul khotimah

Istiqomah dalam agama adalah sesuatu yang sangat penting. Siapa yang istiqomah, maka mereka akan mendapatkan husnul khotimah. Siapa yang istiqomah, maka para malaikat akan menyapa mereka dengan ucapan keselamatan saat ruh mereka berpisah dari jasad. Tentu ini menjadi penenang bagi ruh yang memasuki kehidupan barunya. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menasihati sahabatnya agar istiqomah dalam agama.  Dalam sebuah hadist : عَنْ أَبِيْ عَمْرٍو، وَقِيْلَ، أَبِيْ عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِيْ فِي الإِسْلامِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدَاً غَيْرَكَ؟ قَالَ: “قُلْ آمَنْتُ باللهِ ثُمَّ استَقِمْ” رَوَاهُ مُسْلِمٌ Dari  Abu ‘Amrah __Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,  “Aku berkata: Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah: aku beriman kepada Allah, ...

Diam padahal mampu berbicara

  Betapa dahsyat dorongan hasrat manusia untuk berbicara dan berkomentar akan sesuatu. Terutama era sosial media. tak sedikit karena tanggapan, cuitan dan komentar di medsos yang berujung pada perkelahian, pertengkaran, bahkan kriminalitas. Coba mengingat kembali nasihat ringkas namun padat lagi penuh makna dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau ia diam (HR al-Bukhari: 6018; Muslim: 47) Walau diartikan sama, namun ash-shamtu lebih berbobot daripada as-sukut. Ash-shamtu yaitu menahan diri dari berbicara padahal ia mampu, adapun as-sukut adalah diam tidak berbicara, baik ia mampu maupun tidak. Abu adz-Dzayyal rahimahullah berkata, تعلم الصمت كما تتعلم الكلام، فإن يكن الكلام يهديك، فإن الصمت يقيك Belajarlah diam sebagaimana engkau belajar bicara. Karena jika pun berbicara tidak membimbingmu maka sungguh diam akan me...

Zahid yang Syahid

  Pada zaman Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa aali wasallam, hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid, yang berumur 35 tahun, namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah (teras) masjid Madinah. Ketika sedang mengasah pedangnya, tiba-tiba Rasulullah Saw datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.  “Wahai saudaraku Zahid… Selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah Saw menyapa. “Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid, sambil tertunduk tak kuasa melihat kharismatik wajah Beliau. “Maksudku kenapa engkau selama ini membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah…,?” Tanya Rasulullah Saw.  Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku tak tampan, siapa yang mau dengan diriku ya Rasulullah?” ”Asal engkau mau, itu urusan yang mudah.” Kata Rasulullah Saw sambil tersenyum. Kemudian Rasulullah Saw memerintahkan Sahabatnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar wanita yang bernama Zulfah ...

Keutamaan sedekah di hari Juma'at

  Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam.Banyak amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari ini. Hari Jumat adalah hari dimana pahala sedekah berlipat ganda, Satu diantaranya adalah sedekah : Rasullah SAW bersabda "pahala sedekah berlipat ganda pada hari Jumat." Sedekah tidak hanya berupa uang, Rasullah bersabda," Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, melarang daripada kemungkaran adalah sedekah, dan berhubungan badan dengan istri adalah sedekah." (HR Muslim). Berikut keutamaan sedekah di hari Jumat : 1. Seperti Sedekah di Bulan Ramadhan : Keutamaan melakukan sedekah di hari Jumat jika dibandingkan dengan hari lainnya adalah karena bersedekah di hari itu sama halnya seperti sedekah di bulan Ramadhan. Ibnu Qayyim berkata :“Sedekah di hari Jumat dibanding dengan sedekah di hari lain adalah seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan...

Pentingnya menjaga lisan ketika marah

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Suatu, ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah.. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan kepada sang anak untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah. Hari pertama anak itu telah memakukan begitu banyak paku ke pagar setiap kali dia marah lalu secara bertahap jumlahnya berkurang. Dia mendapati ternyata lebih mudah menahan amarahnya ketimbang memaku pagar. Akhirnya tibalah waktu dimana si anak merasa benar-benar bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal tersebut kepada sang ayah, yang kemudian mengusulkan untuk mencabut satu paku satu hari setiap dia berhasil menahan marah. Hari-hari berlalu dan si anak akhirnya memberitahu kepada sang ayah bahwa ia telah berhasil mencabut paku-paku tersebut, lalu sang ayah menuntun si anak menuju pagar belakang rumah. “Hmmz.., kamu telah berhasil dengan baik anakku, t...